Dia juga mengatakan, saat ini diprediksi defisit anggaran melampaui batas normal 3%, yaitu melebihi 5%, jika tidak di back up dengan peraturan perundangan nanti akan ada pihak yang dianggap melanggar. oleh karenanya, ia mengharapkan uji coba vaksin berhasil, sehingga nantinya akan ada langkah stimulus fiskal akan berjalan dengan baik.
"Ketahanan sektor keuangan ini akan jadi permasalahan sendiri, untuk daya beli masyarakat. Harus ada langkah konkrit untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Oleh karena itu, masyarakat butuh ada transparansi informasi," lanjutnya.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Brawijaya Ahmad Erani Yustika memaparkan Dinamika ekonomi dan Nasional yang sedang terjadi di era pandemi Covid-19. Menurutnya, segala urusan kesehatan perlu dikawal secara baik. Sebab, pandemi Covid-19 merupakan wabah kesehatan yang mengakibatkan terjadinya krisis atau resesi ekonomi di seluruh dunia. Tak hanya itu saja, tekanan yang cukup besar pada perekonomian Indonesia saat ini juga ditandai oleh penurunan pertumbuhan ekonomi. Bahkan Sampai 2021 kondisi ekonomi diproyeksikan masih suram.
"Ekonomi dunia lumpuh karena adanya pandemi. Hanya saja tentu situasinya kali ini berbeda karena teknologi informasi dan intensitas ekonomi sedemikian padatnya, bahkan berbeda dengan satu abad sebelumnya," papar Ahmad.
Ahmad melanjutkan, dampak ekonomi yang terjadi akibat pendemi Covid-19 pada sekotor ekonomi mengalami persoalan pada level global maupun domestik. Salah satu contoh yang terjadi secara global yakni pada sektor primer, sekunder dan sektor tersier. Dari hampir semua data terdapat gumpalan persoalan yang harus segera diselesaikan.
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia Pasifik hampir di semua negara di tahun 2020 ini diperkirakan akan negatif. Tapi khusus untuk China dan Vietnam untuk sementara ini proyeksinya masih diharapkan akan positif," tegasnya.