JAKARTA - Ekonomi Jepang mengalami kontraksi yang sangat besar pada kuartal II-2020 yang membuat resesi semakin dalam. Hal ini dikarenakan pandemi virus corona yang menghancurkan bisnis dan daya beli.
Ekonomi Jepang menyusut 7,8% pada kuartal II 2020 (Quartal to Quartal/QtQ). Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jepang minus 27,8% (year on year/yoy).
Baca Juga: Waspada! Ekonomi Indonesia 2021 Bisa Minus Lagi jika...
Minusnya ekonomi Jepang ini sekaligus menjadi yang terbesar sejak 1980. Hal ini membuat pemerintah Jepang berada dalam tekanan untuk mengambil tindakan yang lebih berani guna mencegah ekonomi terkoreksi lebih dalam lagi. Demikian seperti dilansir CNBC, Senin (17/8/2020),
Minusnya ekonomi Jepang ini diakibatkan oleh lemahnya ekspor dan konsumsi akibat lockdown. Meskipun pemerintah Jepang sudah membuka kembali pada Mei, namun nyatanya membuat masyarakat menahan belanjanya karena kenaikan kasus baru.
Baca Juga: Jokowi: Ibarat Komputer, Perekonomian Semua Negara Sedang Hang