Konsumsi swasta, yang menyumbang lebih dari setengah ekonomi Jepang, turun 8,2% untuk kuartal tersebut, lebih besar dari perkiraan analis penurunan 7,1%. Belanja modal turun 1,5% pada kuartal kedua, kurang dari perkiraan pasar median untuk penurunan 4,2%.
Jepang sendiri telah mengerahkan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran untuk meredam pukulan dari pandemi, yang melanda ekonomi yang sudah terhuyung-huyung dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang perdagangan AS-China.
Sementara ekonomi telah dibuka kembali setelah pemerintah mencabut langkah-langkah darurat pada akhir Mei. Namun, naiknya lagi jumlah kasus infeksi covid-19 yang mengkhawatirkan mengaburkan prospek bisnis dan pengeluaran rumah tangga.
(Dani Jumadil Akhir)