JAKARTA - Amazon berencana menambah 3.500 pekerja di Amerika Serikat (AS). Hal tersebut untuk menunjang perluasan ruang kantor raksasa e-commerce tersebut.
Dengan adanya karyawan baru diharapkan bisa menambah upaya Amazon dalam komputasi cloud, periklanan, smart asisten, dan pengiriman bahan makanan. Perluasan kantor akan berlangsung di New York, Dallas, Detroit, Denver, Phoenix, dan San Diego, dengan investasi USD1,4 miliar atau Rp20,6 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD).
Ekspansi di New York City, terjadi setelah Amazon membatalkan rencana untuk membangun markas kedua di kota tersebut.
Baca Juga: Amazon Bakal Ambil Alih Toko JcPenney Jadi Gudang
Amazon sejak itu mengatakan akan mengambil alih kantor seluas 335.000 kaki persegi di Hudson Yards, Manhattan.
Namun pada hari Selasa, Amazon mengatakan akan membuka kantor seluas 630.000 kaki persegi di gedung Lord & Taylor di Fifth Avenue yang diakuisisi awal tahun ini.
"Tim di kota-kota ini akan mendukung berbagai bisnis di Amazon, antara lain AWS, Alexa, Amazon Advertising, Amazon Fashion, OpsTech, dan Amazon Fresh," tulis Amazon mengutip CNN, Rabu (19/8/2020).
Baca Juga: Jeff Bezos Jual Saham Amazon, Rp107 Triliun Masuk Rekening
"Kami berharap dapat mempekerjakan berbagai peran, mulai dari arsitek infrastruktur cloud dan insinyur perangkat lunak hingga ilmuwan data, manajer produk, dan desainer pengalaman pengguna," kata Amazon.
Langkah tersebut contoh terbaru tentang bagaimana perusahaan teknologi ini secara bersamaan bertaruh untuk masa depan yang melibatkan pekerjaan kantoran. Bahkan, ketika mereka terus memperluas opsi bekerja dari rumah akibat pandemi.
Amazon sendiri menjadi salah satu dari sekian perusahaan teknologi yang memastikan kebijakan Work From Home. Bahkan, Amazon telah memberi tahu sebagian besar karyawan perusahaannya bahwa mereka tidak mungkin kembali ke kantor sampai awal tahun depan.
(Feby Novalius)