Dirinya mengungkapkan, bahwa ada saatnya menikmati dan ada saatnya membangun keuangan untuk masa depan. Sebab pondasi keuangan juga perlu disiapkan sejak dini.
“Jangan sampai mendahulukan gaya hidup secara gegabah dan mengesampingkan persiapan keuangan masa depan karena banyak juga kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi dengan usia produktif yang terbatas,” ujarnya.
Menurut dirinya, kesadaran ini akan lebih baik jika adanya literasi keuangan semenjak sekolah. Namun, begitu disayangkan karena ilmu pengelolaan keuangan pribadi ini tidak diajarkan di bangku sekolah.
“Jadi saat akhirnya mereka bekerja dan punya penghasilan sendiri, kurang dibekali pengetahuan dasar pengelolaan keuangan. Semoga harapan saya di masa yang akan datang literasi keuangan dasar bisa dimulai dari bangku sekolah,” tutupnya. (kmj)
(Rani Hardjanti)