“Produk yang dihasilkan nantinya akan memiliki standar Euro V. Artinya sudah sama dengan negara-negara maju. Ke depan Indonesia akan menjadi pemain terbesar dan terkuat di kawasan regional, bahkan mengalahkan Petronas Malaysia dan Korea National Oil Corporation (KNOC) Korea Selatan. Kita berfokus menciptakan kemandirian dan ketahanan energi, dan selanjutnya kedaulatan energi,” ujar Ignatius
Pembangunan proyek kilang ini, lanjut dia, sudah mencapai 19% dan ditargetkan selesai tahun 2023 mendatang. Bahkan, saat ini tenaga kerja yang terserap adalah sekitar 4.500 orang. Dan tentunya di tahun mendatang pemerintah akan menyerap lebih banyak lagi tenaga kerja.
Untuk diketahui, Kilang minyak di Balikpapan terakhir kali diperbarui tahun 1995 dengan produksi mencapai 260.000 barel per hari hingga saat ini. Target kapasitas produksi saat penyelesaian pembangunan di tahun 2023 akan menjadi 360.000 barel per hari.
(Feby Novalius)