JAKARTA - Pemerintah dinilai harus berani mengambil risiko agar dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) bisa cepat terserap. Pasalnya, serapan anggaran PEN disorot karena pencairannya lambat.
Ekonom Core Indonesia Piter Abdullah menyebut, pemerintah harus berani memotong garis birokrasi agar dana tersebut cepat terserap masyarakat. Karena, banyak yang menilai proses yang ribet hingga membuat mereka malas mengurusnya.
"Untuk meningkat penyerapan harus ada terobosan kebijakan, memangkas birokrasi. Syaratnya ada keberanian mengambil risiko," kata Piter saat dihubungi, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga: Transfer BLT Rp1,2 Juta ke Rekening Bank Swasta Butuh Waktu 5 Hari
Menurut dia, bila anggaran itu tak segera direalisasi dikhawatirkan bisa membuat pelaku usaha kolaps. Karena, kini mereka membutuhkan suntikan dana untuk tetap eksis di dunia usaha Tanah Air.
"Seharusnya pemerintah meningkatkan penyerapan, agar bantuan bisa didistribusikan secara cepat dan tepat. Masyarakat dan dunia usaha bisa terbantu, tidak kolaps," ujarnya.
Sepertu diketahui, hingga 26 Agustus 2020, dana itu baru terserap 192,5 triliun dari pagu anggaran senilai Rp 695,2 triliun.