“Nanti itu, kurang lebih 100 unit kendaraan akan ditepatkan di lokasi Maluku, pulau Halmahera. Dan pengirimannya terbagi menjadi 2, dalam wktu singkat kami harus megirmkan 40 kendaraan ke cutomer baru yang belum pernah ada di portofolio kami. Dan selama waktu 1 sampai 2 bulan ke depan kami harus mengirimkan 40 kendaraan dan di akhir tahun nanti di November atau Desember kami harus mengirimkan 50 unit sisanya,” ujar Alex.
BACA JUGA : Telkom Resmi Tutup Layanan e-Commerce Blanja.com
Terkait dana hasil IPO, diungkapkan Alex Syauta, dana dari penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) nantinya menjadi salah satu sumber pendanaan belanja modal di 2020 dan akan mengkombinasikan dana sendiri dan pembiayaan untuk pemenuhan kebutuhan yang terbagi dua yakni 70 persen untuk uang muka kendaraan dan 30 persen untuk pengadaan suku cadang.
Adapun keputusan perseroan menjadi perusahaan go public yakni agar perseroan menjadi lebih besar dan professional, “serta selalu menjaga good corporate governance. Kami akan selalu berfungsi untuk pertumbuhan ekonomi negeri ini dan memberikan nilai tambah kepada seluruh stakeholder perusahaan. Kami tercatat di bursa dengan kode saham TRJA. Dan kami mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari kami di PT Transkon Jaya Tbk,” tandasnya. (*)
(Dani Jumadil Akhir)