JAKARTA - Maskapai United Airlines berencana merumahkan 16.370 pekerjanya. Hal ini seiring akan berakhirnya bantuan dari pemerintah AS pada 1 Oktober 2020.
Rencana pemangkasan United termasuk 6.920 pramugari. Kebijakan dirumahkan juga diberikan kepada 2.850 pilot, 2.010 mekanik dan 1.400 karyawan manajemen dan administrasi.
Tapi, serikat pekerja yang mewakili mereka mengatakan, sebanyak 14 ribu orang lainnya juga tidak akan mendapatkan gaji pada Oktober. Kecuali pemerintah AS memberikan bantuan sebesar USD25 miliar atau sekitar Rp369 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD)
Dengan tidak adanya rebound perjalanan udara atau bantuan federal baru yang terlihat, United Airlines mengatakan akan mengurangi sekitar 20% karyawan dalam waktu kurang dari sebulan.
Baca Juga: Sudah Disuntik Rp365 Triliun, American Airlines PHK 19.000 Karyawan