6 Fakta Pasar Saham Merugi karena Rencana PSBB Jakarta

Natasha Oktalia, Jurnalis
Minggu 13 September 2020 12:32 WIB
IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Pasar saham dalam sepakan ini mengalami penurunan dratis. Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi sentimen negatif untuk Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Okezone pun merangkum fakta-fakta soal pergerakan IHSG sepekan dan dampak rencana PSBB terhadap pasar saham, Minggu (11/9/2020):

1. Pasar Saham Merugi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan membukukan kerugian yang cukup dalam. Pasalnya, IHSG ditutup pada level 5.016,71 atau 5.017.

IHSG turun 4,26% pada level 5.016,712. Besaran tersebut dibandingkan level 5.239,85 pada pekan yang lalu.

Baca Juga: Eits Mau Investasi Saham? Pelajari Dulu Agar Tidak Tersesat

2. Aksi Jual Asing Naik

Pada akhir perdagangan Jumat 11 September 2020, Investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,3 triliun. Sedangkan sepanjang tahun 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp35,833 triliun.

3. Kapitalisasi Pasar Turun

Nilai kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga turut mengalami perubahan sebesar 4,17% menjadi Rp5.827,724 triliun dari Rp6.081,396 triliun pada pekan lalu.

Baca Juga: 5 Fakta IHSG Anjlok karena Kaget Jakarta PSBB Lagi

4. Transaksi harian dan Frekuensi

Transaksi harian pada akhir pekan ini mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebesar 934,733 ribu kali. Di mana rekor sebelumnya pada 9 Juni 2020 sebesar 928,565 ribu kali transaksi.

Untuk data sepekan ini, rata-rata frekuensi harian mengalami perubahan sebesar 0,41% menjadi 712,986 ribu kali transaksi dari pekan lalu sebesar 715,901 ribu kali transaksi..

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya