JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Agustus 2020 mengalami surplus USD2,33 miliar. Lebih rendah dari sebelumnya USD3,26 miliar pada Juli 2020.
Ekonom Indef Bhima Yudistira menilai neraca dagang yang mengalami surplus USD2,33 miliar ini akan menyebabkan ekonomi tertekan. Hal ini seiring efek pada sektor penghasil ekspor seperti batubara, migas dan CPO akan melakukan efisiensi lebih dalam di kuartal ke III yang alami penurunan ekspor.
Baca juga: Neraca Dagang Indonesia Surplus USD2,3 Miliar di Agustus 2020
"Kita akan menghadapi gelombang PHK massal di sektor berbasis komoditas sampai waktu yang belum bisa dipastikan. Otomatis kuartal ke III makin menguatkan Indonesia masuk pada resesi ekonomi," katanya, Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Dirinya melanjutkan surplus ini juga membuat investor asing menunda investasinya.
Baca juga: 10 Fakta Neraca Dagang Indonesia Surplus, Nomor 6 Bukan Hal yang Menggembirakan
"Dampak dari penurunan surplus diperkirakan membuat investor akan menunda untuk masuk ke sektor perkebunan dan industri manufaktur sampai situasi demand global membaik,"imbuhnya
Dia merinci faktornya surplus disebabkan oleh rendahnya harga komoditas unggulan ekspor. Harga minyak dunia rata-rata alami penurunan 29,5% sejak awal tahun 2020 akibat kontraksi pada permintaan global disaat pandemi.
Baca juga: Neraca Dagang Surplus, Sinyal Ekonomi Indonesia Menguat?
"Sementara harga batubara acuan Australia alami penurunan 27,7% sejak awal tahun (year-to-date). Harga kelapa sawit anjlok 6,1% dalam rentang waktu yang sama," katanya
Dia pun menambahkan beberapa negara yang alami lonjakan kasus mulai lakukan lockdown atau pengetatan mobilitas penduduk. Ini mempengaruhi ekspor non-migas seperti alas kaki turun 17% dibanding juli dan logam mulia, perhiasan anjlok 16,6%.
"Terganggunya rantai pasok selama masa pandemi masih berdampak luas terhadap aktivitas perdagangan. delay atau pengiriman barang yang terlambat akhirnya membuat pelaku usaha domestik menurunkan kapasitas produksinya," jelasnya.
(Fakhri Rezy)