JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan bahwa Indonesia masuk ke jurang resesi tahun ini. Bahkan perlambatan ekonomi yang sebenarnya sudah terlihat dari awal tahun ini.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu memproyeksi perekonomian akan kembali minus 2,9% hingga 1%. Artinya, Indonesia sudah mengalami dua kali perekonomian minus, setelah sebelumnya pada kuartal II-2020 minus 5,3%.
Baca Juga: Resesi Indonesia Tidak Terjadi Tiba-Tiba
“Kalau dilihat di kuartal I melambat di bawah 5% , kuartal II apalagi, dalam sekali. Kuartal III expect di kisaran minus 2,9% dan minus 1%, berarti sudah resesi, sudah perpanjangan perlambatan ekonomi kita,” ujar Febrio dalam diskusi virtual BKF, Jumat (25/9/2020).
Dia pun mengatakan hampir seluruh negara juga mengalami resesi di tahun ini. Sebab sumber resesi sama di semua negara, yakni Covid-19.
Baca Juga: Resesi, Ekonomi RI 2020 Diprediksi Minus 2%
“Sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan (Covid-19),” jelasnya.
Febrio menjelaskan, akibat perlambatan ekonomi itu, Indonesia menjalankan kebijakan fiskal yang cukup agresif. Yakni menargetkan defisit APBN 2020 bisa melebar hingga 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun, defisit itu juga merupakan yang terdalam sepanjang sejarah Indonesia.
"Karena di saat ini 2020 kebutuhan perekonomian kita adalah stimulus. Di satu sisi penerimaan pajak genjot sekuat-kuatnya meski sudah terkoreksi," tandasnya.
(Feby Novalius)