Kegigihan kedua anak tersebut dalam berjualan es blewah sangat didukung oleh kedua orang tuanya. Disaat dipecat dari pekerjaannya dan kondisi terpuruk ekonomi keluarga, justru kedua anak ini belajar mandiri mencari uang bersama.
Namun, tetap kewajiban belajar sistem daring pun masih dilakukan oleh keduanya. Kemudian pada sore hari, mereka belajar mengaji di dekat rumahnya.
Di samping itu, Ibrahim dan Riski merupakan anak adopsi Suparno dan Tiami yang berharap pandemi Covid-19 segera berakhir agar orang tuanya kembali bekerja seperti bulan-bulan lalu.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)