Indonesia Sebentar Lagi Resesi, Simak 9 Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis
Sabtu 03 Oktober 2020 11:11 WIB
Resesi (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Kuartal III-2020 telah dilalui. Saat ini masyarakat sedang menanti-nanti hasil perekonomian di kuartal penentu resesi ekonomi tersebut.

Hal ini dikarenakan, pada kuartal II-2020 ekonomi Indonesia mengalami minus 5,3%. Jika kuartal III masih kontraksi, dipastikan Indonesia masuk ke jurang resesi.

Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020), berikut fakta-fakta mengenai resesi yang sudah di depan mata:

 Baca juga: Ekonomi Indonesia Waspada, Ketidakpastian Kian Tinggi Usai Trump Positif Covid-19

1. Pengertian Resesi

Resesi adalah penyebaran penurunan ekonomi yang signifikan di seluruh sektor ekonomi yang berlangsung lebih dari beberapa kuartal.

Menurut garis pemikiran yang dipopulerkan ekonom Julius Shiskin di 1974, istilah resesi biasanya didefinisikan sebagai periode ketika produk domestik bruto (PDB) menurun selama dua kuartal berturut-turut.

 Baca juga: Trump Positif Covid-19, Apa Dampaknya ke Pasar Keuangan?

Dalam resesi, kita mungkin merasakan efek gabungan dengan beberapa cara berbeda. Seperti, klaim pengangguran naik, kebiasaan belanja berubah, penjualan melambat, dan peluang ekonomi berkurang.

Jadi dalam praktiknya, resesi ditandai tidak hanya oleh penurunan PDB riil. Akan tetapi juga penurunan pendapatan pribadi riil, penurunan penjualan dan produksi manufaktur, dan kenaikan tingkat pengangguran.

2. Pengusaha Mal Sudah Rasakan Resesi Terlebih Dahulu

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyatakan, resesi ekonomi sudah dirasakan dalam beberapa bulan terakhir bagi pelaku usaha pusat perbelanjaan.

"Sebetulnya buat kami, resesi sudah dirasakan dari beberapa bulan lalu, jika diumumkan resesi itu memang cuma akumulasi saja" kata Alphonzus.

 Baca juga: Kapan Covid-19 Berakhir? Sri Mulyani: Tidak Tahu

Menurutnya, resesi ekonomi yang terjadi di Tanah Air tidak bisa dihindari. Sebab, negara lain pun mengalami situasi yang sama.

"Namun, yang perlu diperhatikan bagaimana pemerintah dapat mempersingkat mungkin resesi ini tidak berkepanjangan. Itu yang harus dilakukan pemerintah," jelasnya.

3. Pengusaha Lebih Khawatir Depresi Ekonomi

Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang mengaku tak terlalu khawatir dengan ancaman resesi tersebut. Yang terpenting kini pemerintah harus fokus menangani pandemi Covid-19 agar mampu memulihkan kembali perekonomian Tanah Air.

"Dengan demikian kita akan memasuki resesi. Dalam beberapa kesempatan kami menyampaikan bahwa pengusaha tidak khawatir dengan resesi, yang dikhawatirkan jika pandemi covid 19 ini berkepanjangan," kata Sarman dalam keterangan tertulis.

Menurut dia, bila pemerintah tak mampu mengontrol kasus baru Covid-19, maka nantinya buka resesi lagi, melainkan akan berlanjut ke depresi ekonomi.

"Maka pengusaha akan bertumbangan dan akan menimbulkan masalah sosial dan berpotensi kita memasuki depresi ekonomi," ujarnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya