JAKARTA - Investor di lantai bursa merespons positif rencana merger bank-bank syariah milik BUMN. Hal itu ditandai dengan naiknya saham PT BRISyariah Tbk dengan kode emiten (BRIS).
Dari pantauan Okezone, Jakarta, Rabu (14/10/2020), saham BRIS hari ini ditutup menguat Rp280 atau 24,89% ke Rp1.405. Meski begitu, para investor diminta hati-hati dalam memilih saham tersebut sebagai invetasi jangka panjang.
"Terkait dengan saham BRIS, ini kan kalau dilihat efek psikologis dari pelaku pasar. Tapi riilnya akan seperti apa ke fundamentalnya mereka kan belum tahu," Analis CSA Research Institute Reza Priyambada saat dihubungi Okezone, Kamis (15/10/2020).
Menurut dia, pelaku pasar harus lebih cermat lagi bila untuk mengambil BRIS sebagai investasi jangka panjang.
"Yang jelas, setelah merger dilakukan harus kita cek kembali bagaimana pengaruhnya ke kinerja mereka, baik dari sisi lending kredit, pertumbuhan pendapatan, dan kinerja-kinerja lainnnya," ujarnya.