Tugas sebagai investor adalah menemukan perusahaan hebat dengan harga yang masih murah secara valuasi, bukan secara nominal. Saham yang harga nominalnya Rp70 ribu-an bisa saja valuasinya masih lebih murah ketimbag saham yang harganya 50 perak sekalipun.
Kheng Hong tidak terlalu dipusingkan oleh kondisi makroekonomi. Dia hanya berfokus pada kinerja perusahaan yang sedang dipegangnya. Dan yang memang terbukti, jika perusahaan yang sedang dipegangnya bisa dipercaya, masa krisis menjasi saat yang tepat untuk menambah portofolio karena valuasinya semakin murah.
"Kalau terus bicara makro, kita malah tidak dapat uang," kata Lo.
Ketika ditanya apakah dia berinvestasi saham di negara lain, dia menegaskan, "100% portofolio saham saya ada di Bursa Efek Indonesia."
Selanjutnya, dia menjelaskan bagaimana awal mula dirinya mengenal investasi, produk-produknya, dan langkah-langkah actionnya. Awalnya, dia sempat menjadi trader, namun akhirnya menjadi investor saja.
Dia mempersiapkan investasi itu untuk masa depan keluarganya dan mencapai tujuan-tujuan finansial mereka. Dirinya menganjurkan diversifikasi portofolio investasi.
Dia menegaskan, bahwa tujuan investasi adalah to secure our happines in the future. (kmj)
(Rani Hardjanti)