Tauhid menambahkan, masih rendanya perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia disebabkan oleh dua hal yang memiliki proporsi paling besar, yaitu sektor konsumsi rumah tangga dan investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
"Konsumsi rumah tangga itu memberikan sumbangan pada kuartal III-2020 sebesar Rp57,31%, PMTB 31,12%. Meskipun keduanya mengalami perbaikan di kuartal III tetapi sesungguhnya masih negatif kalau pun di angka persentase tidak banyak perubahan berarti dari kuartal II ke kuartal III," katanya
Dia menduga, masih lemahnya konsumsi rumah tangga yang merupakan proporsi terbesar dalam PDB, disebabkan bahwa konsumsi makanan dan minuma yang masih rendah sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
(Fakhri Rezy)