JAKARTA - Harga emas turun hingga 1% pada perdagangan Rabu, karena menguatnya dolar Amerika Serikat (AS). Optimisme terhadap hasil uji coba vaksin Covid-19 meningkatkan harapan bahwa pemulihan ekonomi akan cepat sehingga mendorong para investor menuju aset berisiko seperti dolar.
Harga Emas di Spot turun 0,9% menjadi USD1 860.61 per ounce. Emas berjangka AS turun 0,9% menjadi USD1.859.60.
Baca Juga: Nasdaq Rebound, Wall Street Ditutup Menguat
"Emas memiliki dua hal berlawanan, ekuitas yang kuat dan dolar menguat pada saat ini. Sulit bagi emas untuk terus rally karena kedua pasar tersebut naik lebih tinggi," kata Ahli Strategi Pasar RJO Futures Bob Haberkorn, dilansir dari CNBC, Kamis (12/11/2020).
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Jadi Rp970.000/Gram
Melemahkan daya tarik emas membuat indeks dolar naik 0,4% ke level tertinggi hampir satu minggu terakhir. Dengan demikian harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
"Melihat reaksi terhadap berita vaksin dalam beberapa hari terakhir, risiko penurunan langsung untuk emas tidak diragukan lagi telah meningkat. Tapi harga emas tetap di USD1.850- USD1.860," ujar Analis OANDA Craig Erlam.
Sementata itu, untuk harga logam mulia lainnya seperti perak tergelincir 1,4% menjadi USD23,87 per ounce. Platinum turun 1,7% menjadi USD867,99 dan paladium merosot 4% menjadi USD2,355,69.