JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bercerita kunci kesuksesan rayu para investor untuk menanamkan modalnya di wilayah Jabar. Salah satu contohnya adalah ketika dirinya berhasil merayu investor Taiwan yakni PT Meiloon Technology untuk memindahkan pabriknya dari China ke Indonesia.
Menurut pria yang kerap disapa Kang Emil itu, lobi awal kepada perusahaan asal Taiwan itu dilakukan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Kepala Badan Koordinasi Penamaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Setelah itu, dirinya terbang langsung ke Taiwan untuk meyakinkan mereka agar mau membuka pabrik di Jawa Barat.
Baca Juga: Dampak Covid-19, 1.500 Pekerja di Bekasi Jadi Korban PHK
“Nah saya bilang kita harus satu tim jangan hanya pemerintah pusat tapi pemerintah daerah juga harus berlomba-lomba meyakinkan maka saya sempat terbang ke Taipei langsung ketemu Kadinnya Taipei saya jualan Jawa Barat menguatkan lobi-lobi yang sudah dilakukan Pak Bahlil dan Airlangga,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (12/11/2020).
Alhasil lanjut Kang Emil, perusahaan soundsystem tersebut tertarik untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat. Di mana investasi yang ditanamkan untuk membangun pabrik di sana mencapai Rp1 triliun.
“Saya rajin telepon ke pak Bahlil. Salah satunya waktu kita ingin membangkitkan optimisme selama covid saya dan pak Bahlil mengeluarkan rilis grounbreaking investasi 1 triliun di Subang oleh PMA dari Taiwan yang memindahkan pabriknya dari Tiongkok,” ucapnya.
Mantan Walikota Bandung itu berharap akan semakin banyak investor asing yang menamkan modalnya di Jawa Barat. Apalagi, khusus untuk perusahaan Taiwan, hampir setengah pabrik yang ada di China itu akan dipindahkan ke wilayah negara-negara Asia Tenggara (Asean).
“Nah itu sejalan dengan spirit pemerintah pusat bahwa Jawa Barat harus jadi etalasi kesiapan dalam menarik bedol desanya investasi dari Tiongkok. Di Taiwan itu hampir setengah dari investasi di Tiongkok itu akan dipindahkan ke Asean. Kalau di Asean kan rata pafa larinya ke Vietnam rata-rata,” kata Ridwan Kamil.
Oleh karena itu lanjut Kang Emil, dirinya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk bisa menarik investor asal Taiwan ke Jawa Barat. Mengingat koordinasi yang kuat sudah terbukti untuk menarik investor ke Jawa Barat
“Itulah kekompakan kita di Jawa Barat selaly Sinkron saling menguatkan, dan hasilnya tadi 1 triliun pindah langsung teknologi sounsystem hasil dari loby loby pak Airlangga. Termasuk 3 triliun tadi pak Airlangga melakukan loby pertama saya membantu menguji menyiapkan Indramayu agar diminati disukai. Insyallah USD22 miliar akan mengalir ke Indramayu,” ucapnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)