JAKARTA - Roblox, sebuah software game online yang sangat populer di kalangan anak-anak selama pandemi Covid-19, mengajukan prospektus IPO pada 19 November 2020. Aplikasi itu bergabung dengan sejumlah perusahaan yang sedang mencoba untuk go public sebelum akhir tahun.
Dilansir dari CNBC, Senin (23/11/2020), perusahaan menyatakan pendapatan pada kuartal III-2020 melonjak 91% dari tahun lalu menjadi USD242,2 juta. Kerugian bersihnya meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi USD48 juta. Platform Roblox berisi jutaan game yang dapat dimainkan di seluruh perangkat Apple, Google, dan Amazon, serta konsol.
Baca Juga: Melantai di BEI, Sunindo Adipersada Bidik Pasar Global Mainan Anak
Roblox pertama kali dirilis pada tahun 2006, tetapi belum pernah melihat tahun seperti tahun 2020. Pengguna aktif harian hampir dua kali lipat dalam periode yang berakhir September menjadi 36,2 juta.
Platform ini populer di kalangan anak-anak, karena memungkinkan pengguna membuat avatar yang dapat mereka pindahkan ke berbagai judul. Selain itu, perusahaan juga menjual mata uang digital bernama Robux yang dapat digunakan untuk membeli barang virtual dan meningkatkan karakter. Roblox juga menghasilkan pendapatan dengan memungkinkan pengguna menyewa server untuk menyelenggarakan pesta ulang tahun virtual dan pertemuan lainnya, yang sangat populer selama pandemi.
“Kami telah mengalami pertumbuhan pesat dalam tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2020, 30 September 2020 dan untuk sebagian dari tiga bulan yang berakhir pada 31 Maret 2020, sebagian karena pandemi COVID-19 mengingat pengguna kami telah lebih banyak online sebagai hasil dari kebijakan global COVID-19 shelter-in-place, ”kata perusahaan itu dalam arsip prospektus.