NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street berakhir turun, setelah Indeks S&P 500 ditutup pada level lebih rendah pada perdagangan Rabu. Hal tersebut disebabkan memuncaknya jumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di AS setelah kebijakan penguncian wilayah demi menahan lonjakan infeksi Covid-19.
Dow Jones Industrial Average turun 173,77 poin atau 0,58% menjadi 29.872,47. S&P 500 kehilangan 5,76 poin atau 0,16% menjadi 3.629,65. Sedangkan Nasdaq naik 57,08 poin atau 0,47%, pada 12.094,40.
Baca Juga: Investor Tetap Cuan di Tengah Penguatan IHSG, Begini Caranya
Kenaikan Nasdaq karena saham-saham teknologi mampu bertahan di tengah pandemi dan memimpin kenaikan di pasar saham.
“Ini adalah hari di mana pasar saham membalikkan arah. Pergulatan yang terus-menerus antara virus dan vaksin," ujar Kepala Strategi Investasi Inverness Counsel di New York Ghriskey, dilansir dari Reuters, Kamis (26/11/2020).
Berbagai data yang dirilis sebelum liburan Thanksgiving didominasi oleh kenaikan jumlah pengangguran yang tidak terduga selama dua minggu berturut-turut. Data menunjukkan bahwa pembatasan baru untuk memerangi lonjakan kasus virus corona mengganggu pemulihan pasar tenaga kerja yang sangat terdampak.
Baca Juga: IHSG Melemah, Saham Big Caps Jadi Batu Sandungan
"Data ekonomi tidak bagus, dan kami tahu itu tidak akan baik untuk beberapa waktu mengingat gelombang baru virus ini," tambah Ghriskey.
Pasar saham menyikapi aksi unjuk rasa tapi ada berita vaksin yang menjanjikan. Tetapi masyarakat diimbau untuk tetap di rumah, hanya realitasnya stimulus fiskal baru sangat kurang.
Meski demikian, pelaku pasar percaya bahwa saham di AS memiliki lebih banyak ruang untuk naik. Jajak pendapat Reuters baru-baru ini menunjukkan analis percaya S&P 500 akan naik 9% antara sekarang dan akhir 2021.
Indeks telah melonjak sekitar 66% sejak kecelakaan yang disebabkan oleh virus korona pada bulan Maret dan naik sekitar 12% sepanjang tahun ini.
(Feby Novalius)