JAKARTA - Keberadaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selama 9 tahun terakhir dinilai memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. Hal ini didasari oleh upaya OJK yang secara signifikan meningkatkan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Program peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat terus dilakukan oleh OJK secara berkelanjutan. OJK juga mendorong peningkatan akses masyarakat terhadap Industri Jasa Keuangan, khususnya layanan jasa keuangan yang menyentuh lapisan masyarakat khususnya di daerah remote area yaitu Layanan Keuangan Bank Tanpa Kantor Laku Pandai. OJK juga terus melakukan berbagai kegiatan edukasi jasa keuangan.
Ekonom Policy Center ILUNI UI Fakhrul Fulvian mengatakan, kenaikan ini terlihat dari sejumlah indikator di berbagai instrumen investasi. Dia mencontohkan, sejak beberapa tahun terakhir, investor dalam negeri yang membeli saham dan obligasi meningkat.
Peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat juga mendorong peningkatan investor domestik di pasar saham. Sehingga, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak lagi bergantung kepada investor asing. Porsi investor lokal di pasar keuangan menjadi sekitar 61%.
“Dulu setiap investor asing keluar, Rupiah selalu melemah dan IHSG juga akan melemah.Namun, saat ini ini tidak lagi,” jelas Fakhrul Fulvian dalam Forum Diskusi Salemba Policy Center ILUNI UI dengan tema “9 Tahun Peran Otoritas Jasa Keuangan dalam Menjaga Inklusi Jasa Keuangan Indonesia”, Kamis (3/12/ 2020).