NEW YORK - Wall Street ditutup naik pada perdagangan Jumat (4/12/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan pertumbuhan pekerjaan AS paling lambat dalam enam bulan meningkatkan ekspektasi investor untuk RUU bantuan fiskal baru untuk membantu menghidupkan kembali ekonomi yang dilanda virus corona.
Laporan Departemen Tenaga Kerja yang diawasi ketat menunjukkan nonfarm payrolls meningkat 245.000 pekerjaan pada November, di bawah ekspektasi ekonom dari 469.000 pekerjaan dan kenaikan terkecil sejak pemulihan tenaga kerja dimulai pada Mei.
Baca juga: Wall Street Galau, Indeks Nasdaq Tembus Rekor
Melansir Reuters, Jakarta, Sabtu (5/12/2020), Dow Jones Industrial Average naik 248,74 poin atau 0,83% menjadi 30.218,26 dan S&P 500 naik 32,40 poin atau 0,88% menjadi 3.699,12. Sementara itu, Nasdaq Composite menambahkan 87,05 poin, atau 0,7%, menjadi 12.464,23.
Sektor energi melonjak 5,4%, didukung oleh kenaikan harga minyak. Saham Diamondback Energy Inc melonjak 12,7% dan Occidental Petroleum naik 13,4%.
Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19, Wall Street Perkasa
Presiden terpilih Joe Biden mengatakan laporan pekerjaan "suram" hari Jumat menunjukkan pemulihan ekonomi terhenti dan memperingatkan "musim dingin yang gelap" di depan akan memperburuk rasa sakit kecuali Kongres AS segera meloloskan RUU bantuan virus korona.