JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan, terdapat 10 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyumbang terbesar atas Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) sepanjang 2019. Ke-10 emiten pelat merah itu berasal dari perbankan dan nonperbankan.
Dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019, Kemenkeu mencatat, pendapatan bagian laba BUMN Perbankan sebesar Rp18,595 triliun, seluruhnya adalah berasal dari perseroan negara di bawah Kementerian BUMN. Sedangkan, pendapatan bagian laba BUMN Non Perbankan yang berasal dari perusahaan di bawah Kementerian BUMN senilai Rp32,038 triliun.
Baca juga: Wamen BUMN Bocorkan Aksi Besar Erick Thohir di Tahun Depan, Ada Kejutan?
Peningkatan pendapatan KND ini juga disebabkan adanya setoran sisa surplus Bank Indonesia (BI) bagian pemerintah sebesar Rp30,091 triliun yang disetorkan setelah selesainya audit laporan keuangan BI Tahun Buku 2018.
"Realisasi Pendapatan dari Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) pada tahun 2019 berupa bagian pemerintah atas laba BUMN TA (Tahun Anggaran) 2019 sebesar Rp50,634 triliun dan pendapatan dari KND lainnya sebesar Rp30.,91 triliun," tulis LKPP 2019, dikutip, Jakarta, Minggu (5/12/2020).
Baca juga: Sri Mulyani Minta Erick Thohir Kelola Aset Negara di Indosat dan Bukopin
Dengan demikian, realisasi KND pada 2019 senilai Rp80,726 triliun atau 177,07 persen dari jumlah yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun lalu sebesar Rp45,589 triliun. Realisasi Pendapatan KND ini lebih besar Rp35,666 triliun atau naik 79,15 persen dibandingkan dengan realisasi pada 2018 sebesar Rp45 triliun. Kemenkeu juga mencatat, emiten non perbankan di bawah Kementerian Keuangan penyumbang KND juga mencapai Rp860 miliar.
Dari LKPP disebutkan, terdapat kenaikan pendapatan bagian pemerintah atas laba BUMN sebesar Rp5 triliun, hal ini disebabkan adanya capaian realisasi bagian laba BUMN perbankan dan non perbankan yang mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh kinerja perseroan yang secara umum dinilai membaik.
Baca juga: Kinerja BUMN Tahun Depan Diramal Turun 30%
Adapun 10 BUMN penyumbang KND terbesar sepanjang 2019 di antaranya:
1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI senilai Rp9,252 triliun.
2. PT Telekomunikasi Indone(Persero)sia (Persero) Tbk atau Telkom sebesar Rp8,453 triliun.
3. PT Pertamina (Persero) senilai Rp7,950 triliun.
4. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp6,754 triliun.
5. PT PLN (Persero) mencapai Rp4 triliun