6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI senilai Rp2,252 triliun.
7. PT Pegadaian (Persero) sebesar Rp1,387 triliun.
8. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) mencapai Rp1,87 triliun.
9. PT Pupuk Indonesia (Persero) sebesar Rp1,045 triliun.
10. PT Jasa Raharja (Persero) tercatat Rp891 miliar.
Lantas seperti apa kontribus diproyeksikan kinerja BUMN masih terkontraksi 30 persen akibat pandemi Covid-19. Penurunan kinerja ini juga sejalan dengan kondisi BUMN di tahun 2020. Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, kinerja keuangan perseroan negara pada tahun ini menurun hingga 60 persen. Bahkan, pada 2021 mendatang perekonomian nasional yang masih tercatat minus hingga pada kuartal ke-III 2020.
"Karena Covid-19 kita ada perubahan roadmap sedikit. Secara ekonomi dan bidang usaha pasti terkoreksi. Kalau kita lihat di tahun ini koreksinya sampai 60 persen. Tahun depan masih ada koreksi 30 persen," kata Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu.
Akibat pandemi, 90 persen emiten plat merah mengalami penurunan laba. Dengan begitu, masalah tersebut akan mempengaruhi sumbangsi BUMN bagi KND. (rzy)
(Rani Hardjanti)