Selain itu, agar aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah dampak pandemic maka perlu didorong oleh adanya TPKAD. "Nah di TPKAD akan dicarikan jalan keluar bagaimana kita bisa mendorong ekonomi, bagaimana kalau bisa kita ikut dalam pemulihan ekonomi nasional mulai dari usaha mikro, kecil dan ke atas," jelas Tirta.
Selain itu, kesenjangan akses keuangan di desa dan kota juga perlu diselerasakan sehingga tidak terjadi ketimpangan. Tercatat akses keuangan di kota sudah mencapai 83,60% sedangkan di desa baru mencapai 68,49%.
"Makanya kita dorong ke arah sana. Perlunya pemahaman anggota untuk arah TPKAD ke depan. Jadi jangan sampai salah antara TPID dan TPKAD. Intinya TPKAD itu untuk mempercepat akses kesenjangan di daerah," ucap Tirta.
CM
(Yaomi Suhayatmi)