JAKARTA - JP Morgan memproyeksikan Indonesia akan mengalami booming ekonomi digital dan korporasi berbasis teknologi masa depan. Apalagi, Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn, seperti Gojek hingga Tokopedia.
Dalam riset JP Morgan, Jakarta, Rabu (9/12/2020), diproyeksikan pasar bursa Indonesia akan terus tumbuh positif didorong oleh kegiatan ekonomi yang mulai pulih Kembali, dengan dukungan stimulus pemerintah dan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja.
Baca juga: Transaksi Go-Jek 2016-2019 Melesat 1.100%
Riset tersebut mengatakan, ekonomi internet Indonesia saat ini mempunyai kapasitas USD50 miliar. Angka ini setara dengan 5% dari PDB dan lebih dari 10% kapitalisasi pasar saham.
Apalagi memiliki salah satu pertumbuhan tercepat di dunia. Saat ini, Indonesia merupakan rumah dari 5 unicorn (Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, OVO) yang diyakini akan menjadi katalisator investasi sebagai the new economy.
Baca juga: 5 Alasan Kenapa Startup Bisa IPO di Tahun Depan
"Kami percaya bahwa IPO teknologi di bursa lokal (BEI) akan menjadi katalisator jangka menengah utama bagi pasar Indonesia untuk berkembang dari pasar sentris ekonomi lama saat ini ke pasar yang lebih seimbang dengan eksposur ekonomi baru," kutip riset tersebut.
JP Morgan melihat 4 perusahaan teknologi swasta Indonesia teratas. Berdasarkan penilaiannya, jika Gojek USD10 miliar dan Tokopedia USD7,5 miliar melakukan listing di bursa, maka akan meningkatkan kapitalisasi pasar saham.
"Berdasarkan penggalangan dana terbaru mereka, mereka akan menempati peringkat 10 besar saham terbesar di Bursa Efek Indonesia," ujarnya.
JP Morgan mengatakan, jika banyak perusahaan teknologi melakukan IPO, maka akan ada ekosistem win-win secara keseluruhan. Bahkan, meningkatnya peserta tersebut, akan memperbesar kapitalisasi pasar.
Ada juga, berpeluang peningkatan visibilitas dan mekanisme keluar bagi investor swasta. Serta, meningkatkan misi sosial di balik investasi, yaitu inklusi keuangan, pendidikan, perawatan kesehatan
"Ada juga meningkatan akses institusi dan investor ritel ke perusahaan teknologi berkualitas, dan meningkatkan FDI dan mendorong pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
(Fakhri Rezy)