JAKARTA – Melihat teman pergi berlibur atau memamerkan belanjaannya melalui media sosial terkadang akan menimbulkan rasa iri. Tak jarang, seseorang akan merasa tidak mau kalah dan menghabiskan lebih banyak uang hanya untuk terlihat lebih baik.
Semua orang mungkin pernah mendengar bahwa uang tidak membeli kebahagiaan. Namun, terkadang sulit untuk menahan godaan dalam diri ketika ingin berjuang mencapai, atau melakukan hal-hal yang tampaknya orang lain bisa lakukan dengan mudah.
Dilansir dari Real Simple Jakarta, Jumat (10/12/20), Scott Krakower, DO, asisten kepala unit psikiatri di Rumah Sakit Zucker Hillside di Glen Oaks, N.Y., dan Ella Lasky, Ph.D., seorang psikolog di New York City membantu menjelaskan bagaimana cara untuk mengalahkan segala macam money envy atau kecemburuan uang.
Baca Juga: 5 Hal Penting soal Keuangan yang Wajib Dibicarakan ke Pasangan Sebelum Menikah
Iri dengan Karir Orang: "Seandainya Saya Memiliki Pekerjaannya"
Ketika melihat teman memiliki pekerjaan yang bagus, sering muncul pertanyaan ‘Bagaimana dia mendapatkan pekerjaan itu?’ dan menimbulkan kecemburuan. Perlu diingat, pada dasarnya, yang dilihat hanya bagian luar dari kehidupan orang tersebut.
“Daripada berfokus pada pekerjaan orang lain, renungkan karier Anda dan luangkan waktu sejenak untuk menghargai hal-hal yang disukai dari pekerjaan saat ini. Cobalah mencari tahu apa yang sebenarnya mendasari rasa iri tersebut. alih-alih memakan hati, gunakan itu sebagai motivasi untuk menetapkan tujuan baru,” kata Lasky.
Iri dengan Rumah Orang: "Orang Itu Benar Tinggal Di Sini?"
Adanya pinterest, HGTV, dan blog gaya hidup membuat seseorang memiliki standar rumah impian. Mulai dari hamparan meja marmer berkilau, meja lapuk menawan, dan kamar mandi per orang. Padahal, lebih banyak ruang dan barang material belum tentu membuat rumah terasa lebih nyaman.
“Kehangatan dan kasih sayang itulah yang membuat sebuah rumah. Ketimbang memandang sebuah objek (rumah), fokuslah pada konsep (rumah),” kata Krakower.
Iri dengan Gadget Orang: “Ooh, Berkilau…”
Merasa iri terhadap rekan kerja yang terus-menerus mengeluarkan gadget terbaru dan terhebat, tentu sering terjadi. Namun, gadget baru dan mahal memiliki banyak risiko. Mulai dari kerusakan, kehilangan, atau pencurian yang berarti ada biaya tambahan karena harus mengasuransinya.
“Jika Anda menginginkan tablet itu karena menyukai teknologinya maka tidak apa-apa. Tetapi jika Anda menginginkannya karena semua orang memilikinya, Anda mungkin perlu mengambil langkah mundur,” kata Krakower.
Iri dengan Liburan Orang: "Harga Tiket Pesawat Itu Sama Dengan Sewa yang Saya Bayar"
Melihat teman baru saja kembali dari perjalanan sering menimbulkan kecemburuan. Ketika benar-benar ingin pergi ke pulau bersama teman-teman, kemudian disadarkan bahwa tidak ada cukup uang untuk merealisasikan. Tanamkan dalam diri, berlibur bukanlah tentang memiliki foto-foto terbaik. Tidak harus mengikuti liburan mahal seperti milik orang lain.
Iri dengan Pakaian Orang: “Apakah Dia Pernah Memakai Baju yang Sama Dua Kali?”
Sebagian orang memilih menggunakan baju hasil karya desainer ternama atau dari merek terkenal untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya. Alih-alih mengikuti hal tersebut, lebih baik membuat anggaran khusus. Cari tahu berapa banyak yang harus dikeluarkan untuk barang-barang yang akan menunjang penampilan. Dengan begitu akan menumbuhkan rasa percaya diri.
Iri dengan Keluarga Orang: “Orangtua Mereka Memberi Mereka Segalanya"
Bukan rahasia lagi bahwa di luar sana, ada banyak orang berprivilege mudah mendapatkan pekerjaan, penghasilan, atau peluang lainnya karena memiliki genetika yang tepat. Namun, hanya mendapatkan peluang tidak menjamin kesuksesan. Keterampilan dan kemandirian yang dipelajari melalui kerja keras lah yang akan sangat membantu menjalani hidup.
“Orang tua mungkin membantu seorang anak mendapatkan pekerjaan, tetapi anak itu mungkin tidak dapat mempertahankan pekerjaan itu jika dia tidak belajar bagaimana mengatur dirinya sendiri,” kata Lasky.
(Feby Novalius)