Pengusaha Mal Rugi hingga PHK Massal, Begini Faktanya

Reza Andrafirdaus, Jurnalis
Sabtu 12 Desember 2020 10:14 WIB
Karyawan di PHK (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTACovid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa terasa di berbagai sektor usaha, termasuk usaha pusat perbelanjaan. Pengusaha Mal telah mengalami kerugian triliunan rupiah dan pekerja mal terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Kebijakan pembatasan aktivitas sosial membuat dunia usaha mengalami kelesuan yang signifikan. Salah satu dampaknya dirasakan oleh pengusaha mal dan pekerja mal itu sendiri. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah sehingga PHK terpaksa harus dilakukan.

Ada sejumlah fakta dari ruginya para pengusaha pusat perbelanjaan yang berujung PHK pekerja mal. Berikut Okezone telah merangkumnya pada Sabtu (12/12/2020).

Baca Juga: Mal Golden Truly Tutup, Selamat Tinggal! 

1. Total Kerugian Rp12,8 Triliun

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan selama PSBB diterapkan di Jakarta sejak April 2020 hingga saat ini, pihaknya tercatat mengalami kerugian per bulan sekitar Rp1,8 triliun. Jika ditotal sejak April hingga Oktober menjadi Rp12,6 triliun.

"Potensi kerugian yang dialami pusat perbelanjaan di DKI Jakarta : +/- Rp1,8 Triliun per bulan," kata Alphonz saat dihubungi Okezone.

Baca Juga: Pengusaha: Bukan Tak Mungkin Akan Lebih Banyak Mal Tutup dan Dijual

2. PHK Massal Terjadi

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menjelaskan, hingga kini terhitung ada sebanyak 80 ribu pekerja di mal atau pusat perbelanjaan yang tersebar di seluruh Indonesia terkena PHK. Mereka awalnya dirumahkan, namun akhirnya di-PHK juga.

"Jumlah pekerja yang terdampak ada sekitar 80.000 orang. Semakin hari yang dirumahkan semakin sedikit karena beralih menjadi PHK. Angka tersebut dapat dianggap sebagai jumlah PHK," kata Alphonz kepada Okezone, Senin (7/12/2020).

 

3. Belum Mendapat Banpres, Mal terancam Tutup dan Dijual

Kini, beberapa pemilik pun terpaksa menutup usahanya karena tak sanggup lagi membayar beban biaya yang harus mereka tanggung.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja menyebut hingga kini pemerintah belum pernah melirik untuk membantu pengusaha mal atau pusat perbelanjaan. Oleh sebab itu, tak perlu heran bila ke depannya akan lebih banyak mal yang tutup.

"Sampai dengan saat ini pemerintah masih belum memberikan bantuan ataupun subsidi untuk membantu kelangsungan usaha pusat perbelanjaan, sehingga tidak mengejutkan jika dalam beberapa waktu terakhir ini sudah mulai terjadi pusat perbelanjaan yang dijual dan ditutup," kata Alphonz kepada Okezone.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya