NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street mengalami rally pada akhir perdagangan Selasa, dengan Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi. Selain itu, pasar saham juga mendapat sentimen positif dari stimulus baru yang segera dikeluarkan pemerintah untuk melindungi ekonomi dari pandemi virus corona.
Apple Inc menjadi pendorong teratas untuk ketiga benchmark AS dengan kenaikan saham hingga 5% ke level tertinggi sejak September. Hal tersebut karena perusahaan berencana meningkatkan produksi iPhone sebesar 30% pada paruh pertama 2021.
Baca Juga: Saham Walt Disney Anjlok, Indeks S&P 500 Merosot
Dow Jones Industrial Average ditutup naik 1,13% menjadi pada 30.199,31 poin. S&P 500 naik 1,29% menjadi 3.694,62.
Nasdaq Composite naik 1,25% ke 12.595,06 atau menjadi rekor penutupan tertinggi. Sedangkan kenaikan saham Apple membuat indeks sektor teknologi pada S&P 500 menguat 1,6%.
Wall Street mencatat sektor ini telah mengungguli pasar lebih luas selama pandemi dan naik lebih dari 35% year to date. Investor melihatnya saham teknologi mampu bertahan terhadap gangguan terkait virus.
Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, Data Tenaga Kerja Mengecewakan
"Pasar suka beralih ke teknologi ketika takut ekonomi akan terhenti karena peningkatan infeksi dan penutupan," kata Kepala Strategi Ekuitas MAI Capital Management, Christopher Grisanti, dilansir dari Reuters, Rabu (16/12/2020).
Beberapa investor menilai lonjakan infeksi dan jumlah kematian akibat virus corona, serta laporan ketenagakerjaan November yang suram sebagai dorongan bahwa stimulus Covid-19 harus segera diputuskan.
Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengundang para pemimpin kongres untuk bertemu dalam upaya menyelesaikan kesepakatan belanja pemerintah dan mencapai kesepakatan tentang paket baru bantuan virus corona.
The Fed juga diperkirakan akan memberi sinyal suku bunga rendah untuk masa mendatang dalam pertemuan mendatang. Peluncuran vaksin virus corona baru-baru ini diharapkan dapat meningkatkan prospek bank sentral tahun 2021.
Sementara itu, saham Eli Lilly and Co melonjak 6% setelah perusahaan akan membeli Prevail Therapeutics Inc dalam kesepakatan yang berpotensi bernilai USD1 miliar untuk memperluas kehadirannya di bidang terapi gen yang menguntungkan.
Saham Moderna Inc anjlok 5%, bahkan setelah anggota staf Badan Pengawas Obat dan Makanan AS tidak menyampaikan kekhawatiran baru apa pun atas data tentang vaksin Covid-19 pembuat obat itu. Sebuah laporan mengatakan vaksin akan mendapatkan persetujuan penggunaan darurat pada hari Jumat.
(Feby Novalius)