JAKARTA – Kerusakan rumah yang cukup parah sering kali menjadi pertimbangan pemilik rumah. Lebih baik di lakukan renovasi atau pindah ke rumah baru.
Proses renovasi biasanya akan menghabiskan banyak biaya, namun masih mendapatkan kualitas rumah lama. Di sisi lain, ketika membeli rumah mungkin terlihat lebih mahal, namun pemilik tidak perlu pusing-pusing memikirkan perbaikan rumah.
Melansir dari Real Simple, Kamis (17/12/2020) pertimbangkan hal ini sebelum memilih merenovasi rumah atau membeli rumah baru.
Baca Juga: 7 Tips Cerdas Bikin Ruang Keluarga yang Mungil Terasa Lebih Lega
Biaya
Pertimbangkan biaya, ketika merenovasi rumah banyak orang berpikir biaya akan lebih hemat. Namun dalam beberapa kasus biaya merenovasi rumah malah lebih dari perkiraan. Apalagi jika kerusakan rumah parah dan membutuhkan renovasi besar-besaran.
Dengan biaya yang fantastis itu bahkan bisa membeli atau membangun satu rumah. Biaya-biaya yang harus dibayar ketika renovasi rumah antara lain biaya desain renovasi, biaya kontraktor, biaya interior, dan biaya IMB perubahan bangunan.
Sedangkan jika membeli rumah, otomatis akan mempertimbangkan rumah dengan tipe apa dan luas berapa, di mana letak tempatnya. Rumah di wilayah strategis tentu akan memakan biaya lebih banyak.
Perkiraan biaya yang diperlukan untuk membeli rumah antara lain, biaya membeli rumah, biaya pajak jual beli, biaya notaris, biaya KPR, biaya interior desain, dan biaya pindah rumah.
Baca Juga: Penting, Ini 5 Cara Buat Kasur Selalu Bersih dan Nyaman Selama Pandemi
Waktu
Renovasi rumah memakan waktu yang tidak sebentar. Pemilik rumah harus sabar menunggu dan melewati proses renovasi. Tentunya jika memilih untuk merenovasi, pemilik harus selalu mengontrol progresnya.
Jika pemilik rumah ingin menghemat waktu dan tidak ingin menunggu proses renovasi rumah, membeli rumah merupakan pilihan terbaik.