JAKARTA – Para pengusaha tempe di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara terpaksa merumahkan karyawannya akibat melambungnya harga kedelai secara signifikan dalam 3 bulan terakhir. Mereka tidak sanggup menanggung biaya produksi dan berada di ambang kebangkrutan.
Salah satu pengusaha tempe yang terdampak akibat kenaikan kedelai adalah Muhammad Khaidir, warga Jalan Ikhlas, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Kenaikan bahan baku kedelai sangat berdampak pada produksi tempe milik Muhammad Khaidir ini.
Jika biasanya ia mampu berproduksi hingga seratus kilo perhari. Kini kian hari kian menurun, dari seratus kilo per hari turun tujuh puluh lima kilo, turun kelima puluh kilo, dan puncaknya di awal januari ini. Kini tinggal dua puluh lima kilogram per hari. Akibatnya selain harus merumahkan karyawan usahanyanya pun diambang kehancuran.
Baca Juga: Harga Kedelai Impor Tinggi, Ini Jurus Mentan
Muhammad Khaidir mengaku, sebelumnya harga kedelai perkilo diperoleh tujuh ribu perkilonya. Namun, saat ini sudah mencapai sembilan ribu rupiah. Harga tersebut bisa makin naik bila kedelai diperoleh dari perantara.
"Untuk mempertahankan usahanya, saya mengurangi besarnya ukuran tempe dan harganya tetap seperti harga lama," katanya, Kamis (7/1/2021).