Jokowi dan Bank Dunia Ingatkan soal Utang Indonesia, Ini 7 Faktanya

Fadel Prayoga, Jurnalis
Minggu 10 Januari 2021 09:45 WIB
Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)
Share :

4. Negara Berkembang Harus Fokus Penanganan Kesehatan

Dalam jangka panjang, di pasar negara berkembang kebijakan untuk meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan, infrastruktur digital, ketahanan iklim, serta praktik bisnis dan tata kelola akan membantu mengurangi kerusakan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi, mengurangi kemiskinan, dan memajukan kesejahteraan bersama.

"Dalam konteks posisi fiskal yang lemah dan utang yang meningkat, reformasi kelembagaan untuk memacu pertumbuhan organik menjadi sangat penting," imbuh Ayhan.

5. Bank Sentral di Beberapa Negara Berkembang Telah Menggunakan Program Pembelian Aset

Namun, di negara-negara di mana pembelian aset terus meningkat dan dianggap membiayai defisit fiskal, program-program ini dapat mengikis kemandirian operasional bank sentral, risiko pelemahan mata uang yang mengurangi ekspektasi inflasi, dan meningkatkan kekhawatiran tentang keberlanjutan utang.

6. Rasio Utang Indonesia Terus Membengkak, Jokowi Andalkan SWF

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan lembaga pengelola investasi (LPI) atau sovereign wealth fund (SWF) kepada para gubernur. Dia mengatakan bahwa para gubernur perlu tahu bahwa SWF adalah salah satu terobosan dalam rangka pembiayaan nasional.

“Ini juga agar para gubernur mengetahui sehingga kita memiliki sebuah terobosan dalam rangka pembiayaan nasional kita tidak hanya tergantung kepada APBN, tidak tergantung hanya dari bantuan pinjaman. Tetapi kita juga akan memiliki satu instrumen lagi yaitu SWF yang namanya adalah Indonesia investment authority,” katanya saat membuka rapat terbatas, Rabu (6/1/2021).

7. Ini Alasan Dibentuk SWF

Dia menyampaikan beberapa alasan dibentuknya SWF. Salah satunya adalah tingginya kebutuhan pembiayaan pembangunan ke depan.

“Kemudian juga rasio utang pemerintah terhadap PDB juga terus meningkat. Kemudian kapasitas pembiayaan dari BUMN juga ada keterbatasan. Sehingga terdapat kesenjangan antara kemampuan pendanaan domestik dan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan nasional. Oleh sebab itu pada bulan ini ini telah terbentuk yang namanya sovereign wealth fund,” paparnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya