Selamat Tinggal Premium, Ini Jurus Menteri ESDM Perbanyak Mobil Listrik

Oktiani Endarwati, Jurnalis
Selasa 19 Januari 2021 15:20 WIB
Menteri ESDM Arifin Tasrif (Foto: Dok Kementerian ESDM)
Share :

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan strategi dan dukungan untuk mendorong peningkatan penggunaan kendaraan listrik. Dengan banyaknya kendaraan listrik, maka konsumsi BBM seperti premium hingga pertalite akan turun.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, untuk mempercepat pengembangan kendaraan listrik dan infrastrukturnya, pihaknya telah meluncurkan program Kendaraan Bermotor Listrik Bebas Baterai (KBLBB).

Bahkan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan potensi mobil listrik sebanyak 125.000 unit dan 1,34 juta unit di tahun 2021. Dengan potensi tersebut, diperkirakan pengurangan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) sebesar 0,44 juta kiloliter (kl) per tahun.

"Kami mendorong percepatan pembangunan pabrik baterai agar lebih kompetitif dan menarik untuk investor," ujarnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga: Bos BKPM Pede Investasi LG Rp142 Triliun Dongkrak Ekonomi Daerah 

Dia melanjutkan, pemerintah telah menerbitkan regulasi Undang-Undang (UU) Nomor 3 Tahun 2020 yang mengatur ketentuan peningkatan nilai tambah untuk mineral logam. Kemudian Permen ESDM Nomor 11 Tahun 2020 yang mengatur harga patokan penjualan mineral logam, Permen ESDM Nomor 11 tahun 2019 yang mengatur pengendalian ekspor nikel, dan Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 yang mengatur batas minimum nikel.

"Pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan swasta telah berkomitmen menggunakan KLBB ini," ungkapnya.

Hingga tahun 2025, total potensi penggunaan kendaraan listrik dari institusi kementerian/ lembaga, pemerintah daerah, BUMN hingga swasta diperkirakan masing-masing bisa mencapai 19.220 unit untuk mobil listrik, 757.139 unit untuk motor listrik, dan 10.227 unit untuk bus.

Sementara untuk Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 2021 diproyeksikan mencapai 572 unit dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) sebanyak 3.000 unit.

Arifin menuturkan, pada tahun 2020 terbangun 180 unit SPKLU dan diharapkan hingga tahun 2030 akan terbangun 31.859 SPKLU.

"SPKLU ini akan berlokasi di pusat perbelanjaan, mall, area perkantoran, bandara, SPBU, apartemen dan pool taksi. Dengan peningkatan penggunaan kendaraan listrik pada 2020 akan memberikan potensi pengurangan konsumsi BBM sebesar 6 juta KL per tahun," tandasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya