Riset MNC Sekuritas: Quantitative Easing & Pengaruhnya pada Pasar Modal

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis
Rabu 20 Januari 2021 07:43 WIB
Morning Meeting MNC Sekuritas (Foto: MNC Media)
Share :

JAKARTA – Kita mungkin sering mendengar istilah Quantitative Easing. Meskipun terdengar rumit, istilah ini perlu dipahami oleh investor karena sedikit banyak mempengaruhi sentimen di pasar saham.

Senior Analyst MNC Sekuritas Victoria Venny menjelaskan Quantitative Easing (QE) merupakan pelonggaran likuiditas dalam bentuk kebijakan moneter. Pada kebijakan ini, bank sentral membeli surat berharga jangka panjang untuk meningkatkan jumlah uang beredar dan mendorong pinjaman serta investasi. "Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menciptakan inflasi dan mencegah risiko deflasi," paparnya di Jakarta, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: Nama Besar MNC Sekuritas Dicatut, Ini Daftar Akun Palsu: Medsos, Grup Telegram & WhatsApp!

Di Jepang, Quantitative Easing pertama kali diterapkan oleh Bank of Japan (BoJ) pada tahun 2001-2006. Pada saat itu, perekonomian Jepang hanya tumbuh 0,1% pada kuartal IV 2001. BoJ membeli surat-surat berharga negara agar perbankan dapat menyalurkan kredit ke masyarakat. Butuh waktu 5 tahun untuk ekonomi Jepang dapat kembali normal.

Di belahan benua lain yaitu Amerika Serikat, terjadi krisis keuangan global pada tahun 2008. Kebijakan Quantitative Easing kemudian diadopsi oleh Bank Sentral Amerika The Fed, dengan membeli surat utang dari lembaga pembiayaan kredit properti. Namun, Amerika Serikat membutuhkan 9 tahun untuk dapat mengembalikan keadaan ekonominya seperti semula.

Baca Juga: Incar Cuan? Pantau Rekomendasi Saham 'Morning Meeting' di YouTube MNC Sekuritas!

Lantas, bagaimana penerapan Quantitative Easing di Indonesia? Contoh penerapan kebijakan ini di Tanah Air ialah saat ekonomi Indonesia terdampak pandemi COVID-19 tahun lalu. Salah satu jenis kebijakan Quantitative Easing yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah pembelian Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas asing di pasar sekunder. Lebih lanjut menurut Venny, QE menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan peredaran uang tanpa harus menurunkan suku bunga lebih rendah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya