JAKARTA - Perusahaan peternakan ayam terintegrasi PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU) fokus mengejar target pendapatan pada 2021 sebesar Rp4,3 triliun, usai resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini.
Komisaris Utama WMUU Tumiyana mengatakan sejauh ini perseroan tidak merevisi target pendapatan maupun laba bersih sampai akhir 2021 walaupun target belanja modal diturunkan Rp400 miliar menjadi Rp1,5 triliun dari target semula Rp1,9 triliun.
Sebab yang diturunkan, lanjutnya, adalah volume kapasitas ayam broiler dari 7,7 juta broiler menjadi 6,4 juta broiler. Kendati demikian, perseroan tetap bisa memenuhinya dengan membeli unggas hidup dari luar.
“Capex on progress, pendapatan masih dalam posisi tidak akan dikoreksi. Revenue driver kami mayoritas dari rumah potong," ujar Tumiyana di Jakarta, Selasa (2/2/2021).
Baca Juga: Listing di BEI, Saham Widodo Makmur Unggas Meroket 25%
Dia menuturkan penggunaan dana belanja modal masih sesuai rencana untuk memenuhi fasilitas produksi, merampungkan pabrik pakan ternak yang ada di Ngawi pada kuartal IV-2021, dan peningkatan volume ayam broiler. Proporsi pendanaan untuk memenuhi ekspansi tahun ini berasal dari IPO dan juga internal.
Pada posisi tersebut, menurut Tumiyana rasio keuangan perusahaan masih bagus. Sampai akhir 2021, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) diperkirakan di angka 1,9 kali-2 kali.