Kudeta Myanmar Bakal Buat Investor AS Kabur

Antara, Jurnalis
Selasa 02 Februari 2021 13:13 WIB
Investasi (Shutterstock)
Share :

WASHINGTON - Kudeta Myanmar diperkirakan akan mengurangi minat perusahaan-perusahaan AS dan Barat dalam berinvestasi di negara tersebut. Bahkan dapat memungkinkan mendorong beberapa perusahaan besar AS untuk menarik diri, kata pakar perdagangan dan analis pada Senin (1/2/2021).

Total perdagangan barang antara Myanmar dan Amerika Serikat berjumlah hampir USD1,3 miliar dalam 11 bulan pertama 2020, naik dari USD1,2 miliar pada 2019, menurut data Biro Sensus AS.

 Baca juga: Kudeta Militer Myanmar, 42 Pejabat Ditangkap, Keberadaan Suu Kyi Masih Misterius

Pakaian dan alas kaki menyumbang 41,4 persen dari total impor barang AS, diikuti oleh koper yang menyumbang hampir 30 persen, dan ikan yang menyumbang lebih dari empat persen, kata Panjiva, unit penelitian rantai pasokan S&P Global Market Intelligence.

Pembuat koper Samsonite dan pembuat pakaian milik pribadi LL Bean termasuk di antara importir besar, bersama dengan pengecer H&M dan Adidas, kata Panjiva.

 Baca juga: Pasca-Kudeta Militer, Myanmar Tutup Penerbangan dan Perbatasan Darat

Data investasi langsung AS tidak tersedia, kata kantor Perwakilan Dagang AS.

Tentara Myanmar pada Senin (1/2/2021) menyerahkan kekuasaan kepada panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing dan memberlakukan keadaan darurat selama setahun, dengan mengatakan telah menanggapi apa yang disebut penipuan pemilu.

Langkah tersebut memicu kecaman dari para pemimpin Barat dan ancaman sanksi baru oleh pemerintah AS, dan menimbulkan pertanyaan tentang prospek satu juta pengungsi Rohingya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya