Selanjutnya, pastikan paham dengan risiko investasi saham karena investasi saham memiliki risiko tinggi dan tidak bisa dilakukan dengan cara asal-asalan. Membeli saham sama halnya dengan membeli sebuah perusahaan. Walau kepemilikan seseorang tidak banyak, tetapi sudah membeli sebuah “bisnis.” Berinvestasi dengan membeli bisnis tentu saja membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Maka dari itu, pahamilah analisis fundamental yang baik sebelum membeli saham untuk berinvestasi. Kenalilah rasio-rasio yang menunjukkan profitabilitas, kesehatan keuangan, dan valuasi sebuah perusahaan, bandingkan pula kinerja dari perusahaan dengan kompetitornya. Berikutnya, hindari melakukan pembelian saham hanya karena rumor atau mengikuti ajakan-ajakan teman atau tokoh-tokoh publik semata.
Itulah hal-hal yang harus dipahami seseorang atau investor sebelum memilih saham sebagai sebuah instrumen investasi untuk mengumpulkan biaya pendidikan anak. Sebelum memulai investasi ini, pastikan terlebih dulu sudah mengetahui berapa total dana pendidikan yang dibutuhkan dan berapa tahun dana tersebut ditargetkan harus terkumpul.
(Fakhri Rezy)