BLT Subsidi Gaji Disetop, Daya Beli Kelas Menengah Bawah Bakal Lesu

Fadel Prayoga, Jurnalis
Rabu 03 Februari 2021 11:54 WIB
BLT Subsidi Gaji Tidak Dilanjutkan. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) pekerja tidak lagi diberikan pada tahun ini. Dengan demikian, diprediksi bahwa daya beli masyarakat pun akan semakin menurun.

Pada tahun lalu, setiap pekerja dengan upah di bawah Rp5 juta mendapatkan BLT sebesar Rp2,4 juta. Hal tersebut diberikan karena sejak pandemi Covid-19 melanda, tingkat daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Baca Juga: Buruh Minta BLT Subsidi Gaji Dilanjutkan Antisipasi Ledakan PHK

"Kerugian bagi daya beli masyarakat menengah ke bawah tentu signifikan tanpa dibantu subsidi upah," kata Ekonom Indef Bhima Yudhistira kepada Okezone, Rabu (3/2/2021).

Dia menyebut, agar pemulihan ekonomi terus berjalan seharusnya penyaluran BLT itu diperluas kepada pekerja yang bergerak di sektor informal.

"Justru besar harapan subsidi upah dilanjutkan ke seluruh pekerja sektor informal dengan gaji di bawah Rp5 juta," ujarnya.

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Disetop, Ekonomi RI Bisa Lesu

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui bahwa dana bantuan subsidi upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Gaji tahun ini tidak ada alokasinya dalam APBN 2021.

"Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dlihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, " ujarnya di Medan, beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan itu menjawab pertanyaan wartawan usai dia menyaksikan penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK Medan.

Untuk membantu pekerja di luar pemberian BSU seperti yang dilakukan di tahun 2020, ujar dia, pemerintah sudah dan terus melakukan berbagai program.

Kemnaker sebagai salah satu Kementerian yang memiliki peran sentral dalam mempersiapkan SDM unggul misalnya selalu berusaha untuk menjalin siinergi dan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) .

Sinergi dan koloborasi dengan DUDI misalnya terutama dalam proses pengambilan kebijakan di bidang pelatihan vokasi.

"Salah satu bentuk sinergi dan kolaborasi yang dilakukan adalah seperti penandatanganan MoU kerja sama antara Ditjen Binalattas dan BBPLK Medan dengan para mitra seperti PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia)," katanya.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya