JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta kanal pengaduan BPJS Kesehatan diperbanyak. YLKI juga menyoroti adanya peningkatan tingkat kepatuhan masyarakat khususnya dari golongan mandiri, walau masih kecil.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Surplus Rp18,74 Triliun, Kok Bisa?
"Tapi saya juga berpesan, jangan hanya memperbanyak kanal pembayaran tapi pengaduan juga harus diperbanyak," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (8/2/2021).
Tulus Abadi pun memberikan tanggapannya atas surplus cashflow BPJS Kesehatan yang tercatat sebesar Rp18,74 triliun di akhir tahun 2020.
Baca Juga: Tak Ditanggung BPJS, Pengobatan Radang Usus Tak Punya Banyak Pilihan
"Salah satu faktor surplus kan karena naik juga iurannya. Jadi saya apresiasi masyarakat, lalu juga upaya dari pemerintah," ujar Tulus.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Advokasi BPJS Watch Timboel Siregar mengatakan bahwa dengan surplus ini, diharapkan direksi baru BPJS Kesehatan bisa menjalankan tugas dengan baik.