Unicorn e-Commerce Akan IPO di 2021, Sejauh Ini Persiapannya

Rani Hardjanti, Jurnalis
Kamis 11 Februari 2021 18:30 WIB
Saham (Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Salah satu perusahaan unicorn e-commerce dinyatakan akan melakukan Initial Public Offering (IPO) tahun 2021. Sejauh apa persiapannya?

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, hingga saat ini pihaknya terus mendorong agar perusahaan unicorn untuk melakukan initiap public offering (IPO).

 Baca juga: BEI Sebut Unicorn e-Commerce Akan IPO di 2021, Apakah Tokopedia?

"Jadi kami sangat serius meng-encourage unicorn masuk ke pasar modal. Kami sudah intensif melakukan pertemuan. Kami juga menanyakan 'apa yang bisa dibantu?'," ujar Nyoman, saat diskusi daring, Kamis (11/2/2021).

Dari hasil diskusi ada tiga hal yang menjadi perhatian, yakni papan pencatatan utama, mengharapkan bursa menjadi konsultan di pasar model.

 Baca juga: 4 Fakta Menarik Perusahaan IPO sejak Awal 2021

"Ketiga, mereka mengharapkan bagaimana para founder memiliki kemampuan khusus dual class share. Mereka mengarapkan diberikan saham yang berbeda," ujarnya.

Pada diskusi tersebut, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Laksono W. Widodo, menyebutkan pada tahun ini ada 29 calon perusahaan yang melakukan IPO. Per 5 Februari 2021, sebanyak 6 perusahaan telah listing.

"Akan ada perusahaan unicorn e-commerce besar di bursa," ucap Laksono.

Namun, dia tidak menjelaskan siapakah perusahaan unicorn mana yang akan melantai di pasar modal.

Sebelumnya, perusahaan e-commerce Tokopedia telah mengutarakan niatnya untuk melantai di bursa saham Tak tanggung-tanggung salah satu decacorn Indonesia ini akan IPO dual listing.

Sebelumnya, CEO Tokopedia William Tanuwijaya menjelaskan, pertama akan IPO di pasar saham di Indonesia alias di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sedangkan yang kedua akan listing di luar negeri. Namun William masih merahasiakan kepada publik, lokasi negara yang akan disasar.

Pada tahun 2019, Willam sudah mempersiapkan untuk menuju IPO dengan memperbaiki tata kelola dari perusahaan.

Kabarnya, Amerika Serikat merupakan salah satu pasar yang disasar. Sebab, sebagai perusahaan teknologi, New York Stock Exchange (NYSE) di Amerika merupakan negara yang cocok.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya