"Sedangkan nominal Rp1 dan Rp2,5 rupiah dicetak tahun 1964," katanya.
Soal uang Rp1.000 Soekarno 1964, kata Ali, kerap disebut fantasy note, uang suvenir, uang mainan, atau uang dukun. Dia menyebut uang tersebut bisa melengkung bukan karena diisi jin atau khodam, melainkan karena fisik kertas yang mudah melengkung.
(Dani Jumadil Akhir)