JAKARTA - Pemerintah meninjau ulang rencana kebijakan impor beras sebanyak 1 juta ton pada tahun ini. Pasalnya, ketersediaan stok beras saat ini sedang surplus.
Pengamat Pangan IPB Sahara menilai bahwa kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah tidak ada urgensinya. Apalagi saat ini tengah memasuki panen raya.
Baca juga: Waspadai Mafia Pangan di Tengah Impor Beras
"Saya melihat tidak ada urgensinya dalam impor beras sebanyak 1 juta ton di tengah kondisi panen raya," katanya dalam Market Review IDX Channel, Selasa, (9/3/2021)
Dirinya menjelaskan, dari bulan Februari sampai Mei merupakan panen raya. Jadi produksi beras hingga hari raya Lebaran nanti akan surplus.
Baca juga: Buka Keran Impor Beras, Pemerintah Perlu Waspadai Mafia Pangan
"Produksi beras surplus jadi impor beras itu tidak urgent" terangnya.