JAKARTA - Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Nasdaq melonjak hampir 4% menutup kerugian besar sesi sebelumnya karena imbal hasil obligasi AS mundur dan investor memburu saham-saham teknologi yang telah babak belur.
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 30,30 poin atau 0,10% menjadi berakhir di 31.832,74. Indeks S&P 500 meningkat 54,09 poin atau 1,42%, menjadi ditutup pada 3.875,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir melonjak 464,66 poin atau 3,69%, menjadi 13.073,82 poin, mencatat hari terbaiknya sejak November, demikian dilansir Antara, Rabu (10/3/2021).
Baca Juga: Wall Street Ditutup Mixed, Nasdaq Anjlok 2,41%
Tujuh dari 11 sektor utama indeks saham S&P 500 berakhir di wilayah positif, dengan sektor consumer discretionary dan teknologi masing-masing terangkat 3,8% dan 3,41%, memimpin kenaikan. Di sesi sebelumnya, kelompok teknologi tersebut merosot 2,46%.
Saham-saham raksasa teknologi AS, atau yang disebut grup FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan induk perusahaan Google, Alphabet, semuanya ditutup lebih tinggi.
Baca Juga: Pasar Saham AS Diramal Membaik, Eropa Masih Abu-Abu
Sementara itu, saham Tesla melonjak 19,6%, menghentikan penurunan lima hari beruntun setelah aksi jual mendorong sahamnya terjun 37% dari tertinggi Januari pada Senin (8/3/2021). Tesla Inc melonjak paling tinggi dalam hampir setahun.
Saham Amazon.com Inc dan Microsoft Corp membukukan kenaikan satu hari terbesar dalam lima minggu. Bintang-bintang teknologi menderita kerugian tajam dalam beberapa pekan terakhir karena kenaikan imbal hasil obligasi meningkatkan kekhawatiran atas penilaian tinggi mereka.