Nasib Perusahaan Milik Lo Kheng Hong: Laba Gajah Tunggal Naik tapi Pendapatan Turun

, Jurnalis
Rabu 10 Maret 2021 11:57 WIB
Gajah Tunggal Bukukan Laba Bersih pada 2020. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
Share :

JAKARTA PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) mencatatkan laba bersih sebesar Rp320,37 miliar pada 2020 atau tumbuh 19,02% dibanding 2019 sebesar Rp269,1 miliar. Sehingga laba per saham dasar naik menjadi Rp91,94, sedangkan akhir tahun 2019 tercatat sebesar Rp77,23.

Sementara total penjualan bersih sepanjang tahun 2020 tercatat sebesar Rp10, triliun atau turun 15,71% dibanding tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp15,939 triliun. Tapi, beban pokok penjualan tercatat sebesar Rp10,76 triliun atau turun 18,11% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp13,14 triliun. Sehingga laba kotor turun 4,3% menjadi Rp2,673 triliun.

Baca Juga: Lunasi Utang, Gajah Tunggal Bakal Terbitkan Global Bond Rp4,02 Triliun

Selanjutnya, beban penjualan turun 29,4% menjadi Rp725,32 miliar dan beban keuangan turun 14,56% menjadi Rp745,05 miliar. Sedangkan pada sisi ekuitas tercatat sebesar Rp6,855 triliun atau tumbuh 9,9% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp6,235 triliun. Adapun total kewajiban tercatat sebesar Rp10,926 triliun atau turun 13,47% dibanding akhir tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp12,62 triliun.

Kemudian aset perseroan tercatat sebesar Rp17,78 triliun atau turun 5,67% dibanding akhir tahun 2019, yang tecatat sebesar Rp18,85 triliun. Sementara arus kas diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar Rp2,598 triliun, melonjak 106,51% dibanding akhir tahun 2020 yang tercatat Rp1,258 triliun.

Sebagai informasi, emiten produsen ban ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sebesar USD30 juta sampai USD40 juta atau tumbuh dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Lunasi Akuisisi Tanah Softex, Gajah Tunggal Siapkan Capex Rp560 Miliar

Sekretaris Perusahaan Gajah Tunggal, Kisyuwono seperti dikutip kontan pernah bilang, belanja modal ini sudah dirinci untuk sejumlah kebutuhan salah satunya pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia untuk ekspansi.

"Fokus capex ini pada perawatan dan peremajaan mesin-mesin dan alat berat, serta pelunasan akuisisi tanah PT Softex Indonesia," ungkapnya, dikutip dari Harian Neraca, Rabu (10/3/2021).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya