Disebutan, instrumen utang tier 2 juga memiliki fitur write-down. Klausul ini dapat dipicu ketika sebuah bank mendekati titik non-viabilitas. Fitch tidak memberikan catatan tambahan pada risiko non-performance BNI. Hal ini lantaran risiko non-performance bisa dinetralkan oleh dukungan kuat pemerintah sebagai pemegang saham. Pendekatan ini berbeda untuk bank lain yang tidak dikendalikan oleh pemerintah. Pada bank umum, standar Fitch untuk risiko non-performance biasanya memperhitungkan risiko kerugian usaha akibat penangguhan kupon atau pokok obligasi.
Baca juga: BNI Akan Dirikan BNI Sekuritas di Singapura Tahun Ini
Adapun obligasi subordinasi punya klausul yang memungkinkan kupon ditangguhkan dan diakumulasikan, apabila posisi modal bank berada di bawah syarat minimun. Tahun lalu, BNI membukukan laba bersih Rp 3,28 triliun, atau terkontraksi 78,7% dari laba bersih 2019 sebesar Rp15,38 triliun. Penurunan laba salah dipicu oleh peningkatan provisi atau pencadangan.
Pada 2020, total pencadangan bank BNI mencapai Rp22,59 triliun meningkat 155,6% dari 2019 yang sebesar Rp8,83 triliun. Pandemi turut membuat laju penerimaan bunga kredit BNI melambat. Hal ini tercermin dari total pendapatan bunga yang turun 4% secara tahunan menjadi Rp56,17 triliun.
(Fakhri Rezy)