Wall Street Menguat Ditopang Positifnya Data Ekonomi AS

Antara, Jurnalis
Jum'at 26 Maret 2021 07:53 WIB
wall street (USATodayPost)
Share :

Penyeimbangan kembali portofolio investasi akhir kuartal oleh investor institusional membuat indeks-indeks utama Wall Street naik dan turun di tengah rotasi yang sedang berlangsung dari saham-saham pertumbuhan (growth stocks) ke apa yang disebut saham-saham nilai (value stocks)

“Ini adalah pasar saham yang sangat membingungkan, tidak ada kepemimpinan yang nyata,” kata Tim Ghriskey, kepala strategi investasi di Inverness Counsel di New York.

"Suatu hari (saham-saham) siklikal didukung, hari berikutnya teknologi-plus didukung," katanya. “Tapi sisi positifnya, tidak ada yang saya sebut sebagai penjualan agresif.”

Di awal sesi, Dow lebih tinggi sementara Nasdaq jatuh, korelasi terbalik yang telah terjadi jauh lebih banyak tahun ini daripada yang biasa terjadi sepanjang tahun, kata David Bahnsen, kepala investasi di Bahnsen Group di Newport Beach, California.

"Korelasi terbalik antara Dow dan Nasdaq cukup tertanam saat ini, dan saya berharap ini akan berlanjut," kata Bahnsen. "Ada rotasi berkelanjutan dari teknologi, ada pengurangan risiko yang sedang berlangsung untuk beberapa saham berkapitalisasi kecil."

Nasdaq telah jatuh pada Maret setelah empat bulan berturut-turut naik karena proyeksi ekonomi yang cerah mengangkat permintaan untuk saham siklikal yang undervalued, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi seperti yang terlihat dalam lompatan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun.

Kenaikan cepat dalam obligasi 10-tahun bukanlah indikator bearish melainkan indikator bullish, kata Bahnsen.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan naik menjadi 1,6297 persen.

“Itu terjadi karena kami sedang memvaksinasi, itu terjadi saat ekonomi dibuka kembali, itu terjadi karena kami akan mendapatkan angka PDB satu digit yang sangat besar dan tinggi tahun ini,” katanya.

Saham Nike Inc jatuh 3,4 persen karena raksasa barang-barang olahraga itu menghadapi reaksi media sosial China atas komentarnya tentang laporan kerja paksa di Xinjiang.

Darden Restaurants Inc melonjak 8,2 persen, persentase keuntungan terbesar di S&P 500, setelah mengumumkan rencana pembelian kembali saham baru dan memperkirakan pendapatan dan laba kuartal keempat yang optimis.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya