JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada pembukaan perdagangan pagi hari ini. IHSG tertekan 0,67% berada di level 6.030. Bahkan, siang ini IHSG anjlok 1,55% ke level 5.977,24.
Head of Research FAC Sekuritas Wisnu Prambudi mengatakan, IHSG memang dibanjiri kombinasi sentimen domestik yang mayoritas negatif. Menurutnya, saat ini trend IHSG sudah melemah.
“Kemarin ada kasus bom bunuh diri, kemudian terbakarnya kilang Pertamina di Balongan, terus ada di mana BP Jamsostek punya rencana mengurangi porsi investasi di saham dan Reksadana. Jadi, kami melihat sebenarnya ada kombinasi hal tersebut dan juga ekspetasi bahwa pertumbuhan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi itu sedikit rendah dibandingkan ekspetasi,” katanya dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (31/3/2021).
Baca Juga: IHSG Makin Lesu, Turun Lagi 40 Poin ke Level 6.030
Wisnu menjelaskan, dari hasil penelusuran saat ini BP Jamsostek memiliki porsi di saham kurang lebih 14%, deposito 12%, dan 65%nan di obligasi. Hal ini menunjukkan saham merupakan yang paling berfluktuasi. Oleh karena itu, BP Jamsostek ingin berinvestasi secara langsung untuk menghindari fluktuasi yang ada.
“Mereka melihat bahwa intinya ingin re-balancing portofolio. Kemudian, mereka ingin berkontribusi juga ke Sovereign Wealth Fund (SWF) sebenarnya jika dilihat dari polanya. Hanya memang keputusan detailnya kita masih belum bisa tahu. Cuma kemarin sudah ada di beberapa surat kabar yang membahas bahwa ada peluang BP Jamsostek itu ikut investasi di INA ya di SWF-nya Indonesia,” ujar dia.
Wisnu kemudian merekomendasikan beberapa saham yang bisa menjadi pertimbangan para investor. Saham-saham tersebut yaitu, BRPT, TBIG, BTPS, dan GGRM.
(Dani Jumadil Akhir)