Pertama-tama tentunya harus memiliki pengetahuan yang cukup terhadap aset yang akan kita investasikan, kemudian kita berkaca pada profil risiko dan tujuan dari investasi yang dilakukan.
Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab seperti: berapa besar risiko yang mampu saya tanggung? Apa tujuan saya berinvestasi? Untuk persiapan dana darurat, pensiun, atau menambah penghasilan? Dari sini baru bisa menentukan mata uang kripto yang cocok.
“Kesadaran investasi di masyarakat Indonesia saat ini mulai meningkat pesat, apalagi semenjak pandemi COVID-19 melanda. Kripto juga tidak luput dari lirikan, tetapi yang terpenting adalah pengetahuan, dan itulah yang Bitocto selalu upayakan untuk semua nasabah-nasabah kami melalui edukasi," kata CEO Bitocto Milken Jonathan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (23/4/2021).
Dia juga mengingatkan agar memastikan untuk menggunakan ‘uang dingin’ saat melakukan investasi, bersabar dan tidak terbawa emosi pada saat trading Cryptocurrency.
Tidak kalah pentingnya adalah memilih exchange mata uang kripto yang aman dan sudah terdaftar di Bappebti dan juga diawasi Kominfo.
(Dani Jumadil Akhir)