Importir Daging Bakal Banyak Orderan Jelang Lebaran

Ferdi Rantung, Jurnalis
Rabu 28 April 2021 15:23 WIB
Daging (Okezone)
Share :

JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa ketersedian pasokan daging menjelang hari raya Lebaran akan terpenuhi. Bahkan, nantinya akan terus bertambah.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud mengatakan bahwa pasokan daging akan terus bertambah menjelang hari raya.

 Baca juga: Antisipasi Inflasi Harga Daging, Impor Daging Beku Jadi Pilihan

"Kita pastikan pasokan daging terus bertambah. Dan kita mendorong semaksimal mungkin kepada importir baik swasta atau BUMN untuk menjaga pasokan," Ujar Musdhalifah dalam webinar Indonesia Australia Red Meat & Cattle Partnership, Rabu (28/4/2021).

Ia menjelaskan bahwa saat ini pemerintah setiap harinya melakukan pemantauan daging baik dari cold storage, Rumah Potong Hewan (RPH), pasar dan ritel modern. Hal ini dilakukan untuk melihat ketersedian daging sapi dan menjaga stabilitas harga.

 Baca juga; Daftar Harga Kebutuhan Pokok, Daging Sapi Masih Tinggi

"secara reguler dilakukan monitoring untuk menjaga sehingga saat H-3 hari raya Lebaran pasokan tetap tercukupi dan harga stabil." terangnya.

Ia menambahkan bahwa Indonesia sedang kesulitan dalam pemenuhan daging sapi atau kerbau. Kendala pasokan daging di 2021 ini masih disebabkan oleh pandemi covid-19 yang membuat negara impor lockdown. Hal itu diperparah dengan adanya keterbatasan kapal logistik.

"ini yang menjadi kontributor penghambat masuknya daging sapi ke Indonesia," jelasnya

Untuk itu pemerintah mencoba beberapa negara - negara potensial dalam impor daging, seperti Argentina dan Meksiko. Sebelumnya, Indonesia biasa dipasok daging impor dari Australia, Selandia Baru, Brasil, Spanyol dan Amerika Serikat.

"kita mencoba beberapa negara potensial Argentina dan Meksiko. Sebenarnya ada negara lain tetapi terkendala jarak dan waktu tempuh," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya